Selasa, 16 Agustus 2011

Me and Ayang's Journey : The Wedding Preparation


Heloooo…ya ampun udah lama banget rasanya nggak ngisi blog lagi. Mmm kalau dilihat dari last post nya ini tahun 2010…hahahha dasar pemalas..

So what’s brought me writing again after a very long sleep? Hmm..mungkin ini lebih karena nggak tahan untuk share tentang persiapan wedding saya.

Hah? Wedding? Saya nikah? Serius? Mungkin untuk beberapa orang yang uda kenal deket sama saya, dan belum pernah saya ceritakan soal rencana ini pasti akan terkaget-kaget mendengar berita ini. Mungkin saya ceritakan sedikit sejarah saya dan calon suami saya ini.. ehem-ehem perkenalkan namanya mas Ramadhiansyah Rambe, biasa dipanggil Rambe. Saya sama si ayang ini sudah berpacaran almost 9 years hehehe, dari masih ABG gitu lah. Dikarenakan usia pacaran saya yang sudah cukup lama, pastinya sekeliling saya selalu menanyakan perihal pernikahan..Dan selama berpacaran itu kita adem ayem dan selalu senyum-senyum aja kalau ditanya hal itu, paling banter Cuma bisa bilang “Insya Allah, doain ya..” =)



Tapi sekarang saya sudah bisa menjawab kalau ada yang Tanya soal pernikahan. Walaupun tetep pake malu-malu kucing sih..”Insya Allah November..”
Orang-orang kaget lagi.. “November taun depan?”
Saya dan ayang senyum-senyum lagi “Taun ini..”
Heh?? Tercenganglah mereka semua, November kan tinggal 3 bulan lagi, padahal pas bulan lalu belum ada persiapan apa-apa kayaknya. Muncullah pertanyaan-pertanyaan berikutnya soal persiapan bla blabla.

To be honest dari sejak saya menyadari realita kehidupan di Jakarta yang berat ini, saya sudah mulai berpikir realistis tentang konsep pernikahan. Pernikahan adalah gerbang bagi sebuah pasangan untuk menyempurnakan ibadahnya dengan membina rumah tangga. Pernikahan bukanlah sesuatu yang harus dirayakan dengan gegap gempita tapi lebih kepada rasa syukur atas satu langkah yang sudah dilewati oleh pasangan pengantin tersebut. Yah pada intinya, mengingat situasi kondisi dan sebagainya saya tidak muluk-muluk dalam merencanakan pernikahan saya bila suatu saat hal tersebut terjadi.

Berawal pada keniatan untuk menghadiri Jakarta Wedding Festival Juli 2011 di JCC Senayan. Kenapa saya bilang niat, karena sejujurnya saya sudah kebelet nikah ini..bayangin 9 tahun bo'. Walau agak mepet, tapi saya sangat berharap untuk bisa menikah di tahun ini (not to mention tahun 2012 yang katanya udah mau kiamat..heheh kidding). Sebelumnya saya hanya browsing-browsing saja segala sesuatu mengenai wedding, terutama gedung karena itu yang paling dasar. Saya ingin pernikahan saya itu unik dari segi lokasi dan konsep. Pertama kali saya pingin banget nikah di BellaRossa, Kemang. Venue nya itu berkonsep gallery semi indoor/outdoor. Kalau lihat dari review-review, tempatnya itu cantikkkk banget dan pernikahannya jadi berkesan hangat. Berbekal dari itu, saya mulai mencari-cari venue dengan konsep sejenis semi outdoor atau gallery.

Ada satu lokasi yang saya temukan lagi melalui internet, yaituPuri Caping Gunung di TMII. Lokasinya di pinggir danau TMII dengan konsep semi outdoor/indoor.
Pada saat di JFW, setelah muter-muter ke sana kemari dan basa basi dengan beberapa marketing gedung yang paketnya out of budget saya, melangkahlah saya ke booth Puri Caping Gunung. Ternyata paket yang mereka tawarkan itu sudah hampir komplit, yaitu Gedung, Catering, Rias, Dekorasi, MC dan Entartainment, dan beberapa bonus tambahan. Dan harganya pun nggak terlalu mahal kok, masuklah ke budget saya dan ayang.

Dengan pertimbangan masih pikir-pikir dulu, akhirnya saya dan ayang pulang. Tetapi pas di parkiran kok kepikiran.

“Ayang, nanti hari minggu kita balik lagi ya. Kita langsung dp aja, takut ntar tanggalnya full” kata saya
“Kamu emang yakin mau di situ?” Tanya si Ayang.
“Insya Allah. Tapi janji ya ke sini lagi hari Minggu.”
“Ya kalau udah yakin, yaudah dp sekarang aja.”
Heh? Akhirnya percakapan yang terjadi setelah keluar gerbang Senayan itu diakhiri dengan memutar balik setir mobil untuk masuk lagi ke dalam JCC dan membayar dp Puri Caping Gunung.

Oke done. Puri Caping Gunung. 27 November 2011 19.00-21.00.

Dan hari itu menjadi langkah awal bagi saya dan ayang untuk merencanakan hari bahagia kami. Saya yang mulai panik karena ternyata tanggal itu nggak sampai empat bulan lagi. Sementara si ayang malah berpikir kok masih lama banget ya.. hehehe =p

Oke deh segitu dulu update dari saya. Tapi tenang saja, saya akan terus update pengalaman saya dalam mempersiapkan pernikahan hanya dalam waktu kurang dari 4 bulan. Wish us luck..

1 komentar:

  1. Prikitiw...
    Akhirnya dirimu melangsungkan pernikahan juga...
    Sayah.... pun menghadirinya... di TMII

    Selamat ya.. Semoga menjadi keluarga Sakinah mawaddah wa rohmah..

    Amin..

    BalasHapus